Selasa, 01 Juni 2010

Artikel yang Terlambat...

Buka-buka si Lappy, aku nemu file artikel ini. Daripada menuh-menuhin gak karuan, mendingan aku posting di sini deh....

Mengenang 50 Tahun Kelahiran Pil KB  
Bulan Mei ini usianya genap 50 tahun. Kehadirannya selama itu sangat berjasa bagi dunia, terutama para ibu. Ya, dialah pil kontrasepsi pencegah kehamilan. Berkatnya, mencegah kehamilan semudah menelan pil-pil tersebut setiap hari. 
Pil kontrasepsi atau yang biasa kita sebut sebagai pil KB mengalami perjalanan yang berliku-liku dalam eksistensinya. Tak sedikit pro dan kontra timbul atas kehadirannya. Pro karena pil ini mampu mengontrol kelahiran bayi dan menolong para ibu. Adapun kontra karena pil ini dianggap sebagai pembunuh ribuan hingga jutaan calon bayi.    
Margareth Sanger  
Perjalanan pil KB berawal dari seorang aktivis wanita yang bernama Margareth Sanger. Profesinya yang merupakan seorang perawat dokter kandungan membuatnya sering membuat dia melihat proses aborsi, kelahiran, hingga kematian ibu saat melahirkan. Bahkan kematian ibunya saat melahirkan bayi yang dikandung untuk ke-18 kalinya membuat dia berpikir tentang pengaturan kehamilan oleh wanita. Sanger berpendapat bahwa setiap wanita mempunyai hak dan kebebasan untuk memilih kapan dia ingin hamil dan kapan dia tidak ingin hamil. Dan tentu saja kebebasannya ini tidak harus mempengaruhi aktivitas seksual bagi dia dan pasangannya.  
Tak hanya itu, Sanger juga sangat prihatin dengan banyaknya anak yang dilahirkan seorang wanita membuat anak-anak tersebut tidak bisa diurus dengan baik. Belum lagi ancaman kesehatan hingga kematian sang ibu dalam setiap proses kelahiran bayi serta aborsi yang dilakukan para ibu saat tidak ingin mempunyai bayi. Perjuangan Sanger dalam mewujudkan cita-citanya ini sangat keras. Berkali-kali dia mendapatkan ancaman dari berbagai pihak. Bahkan untuk hal ini, dia sempat mengganti namanya menjadi Bertha Watson. Suaminya pun, William Sanger, sempat dipenjarakan karena menyebarkan artikel-artikel yang dibuat Margareth.  
Setelah perjuangan yang sangat melelahkan, akhirnya di tahun 1960, Margareth Sanger berhasil membuat suatu pil kontrasepsi yang praktis digunakan untuk para wanita. Di tahun ini juga, Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) memperbolehkan penjualan pil ini. Dengan hak yang diberikan FDA, Margareth Sanger pun mulai memperkenalkan pil tersebut ke berbagai Negara. Termasuk Eropa dan Asia. Apa Sebenarnya Pil KB Itu?
Pil KB sebenarnya adalah pil yang berisi hormon-hormon reproduksi. Pil KB terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Pil KB kombinasi (Combined Oral Contraceptives = COC) dan Pil KB Progesteron. Pil KB kombinasi mengandung 2 jenis hormon reproduksi wanita, yaitu estrogen dan progesteron. Estrogen sendiri adalah hormon seks yang diproduksi oleh rahim wanita dan mempunyai fungsi dalam merangsang pertumbuhan organ seks sekunder kewanitaan, seperti payudara dan rambut kelamin. Estrogen juga mengatur siklus menstruasi. Tak hanya itu, estrogen berperan penting dalam menjaga kondisi dinding vagina dan elastisitasnya, memproduksi cairan yang melembabkan vagina, serta menjaga tekstur dan fungsi payudara wanita. Adapun progesteron adalah hormon yang berperan dalam siklus menstruasi dan proses kehamilan. Mekanisme kerja dari pil KB kombinasi dalam mencegah kehamilan adalah dengan cara mencegah pematangan dan pelepasan sel telur; mengentalkan lendir leher rahim, sehingga menghalangi penetrasi sperma; serta dengan cara membuat dinding rongga rahim tidak siap untuk menerima dan menghidupi hasil pembuahan sel telur dengan sperma. 
Pil KB progesteron (Mini pill = Progesterone Only Pill = POP) hanya berisi progesterone saja. Pil KB ini bekerja hanya dengan mengentalkan cairan leher rahim dan membuat kondisi rahim tidak menguntungkan bagi hasil pembuahan sel telur dan sperma.  
Pengaruh Pil KB terhadap Kehidupan  
Lebih dari setengah masyarakat di Amerika Serikat (52%) percaya bahwa pil KB merupakan perkembangan dunia medis yang paling berarti dalam kurun 50 tahun ini. Hal tersebut didasarkan pada hasil polling  yang dilakukan oleh kantor berita CBS pada tanggal 4 dan 5 Mei 2010 yang lalu. Kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa pil KB sudah mengubah kehidupan wanita pada khususnya dan masyarakat Amerika Serikat pada umumnya. Tak hanya itu, pil KB sangat membantu wanita dalam memasuki dunia karir.  
Masih dari hasil polling tersebut dikatakan bahwa kehidupan wanita menjadi lebih baik dengan adanya pil KB. Baik dilihat dari segi kesehatan pribadi wanita tersebut, tanggung jawab terhadap keluarga, hingga peningkatan pendidikan dan karir wanita tersebut.  
Lima puluh satu persen responden mengatakan bahwa pil KB meningkatkan kuantitas dan kualitas aktivitas seksual dengan pasangan. Hal ini tentu saja karena dengan adanya pil KB, ketakutan dan kekhawatiran dalam beraktivitas seksual menjadi berkurang. Efektivitas pil KB dalam mencegah kehamilan di Amerika Serikat sendiri adalah sebesar 58%.  
Perkembangan Pil KB di Indonesia 
Perkembangan pengendalian kelahiran bayi dengan cara oral di Indonesia sebenarnya sudah lama dilakukan. Namun bukan dalam bentuk pil, melainkan dengan penggunaan jamu-jamu/cara-cara tradisional. Penggunaan pil KB di Indonesia sendiri bahkan hingga saat ini masih dipenuhi dengan berbagai anggapan keliru. Padahal, seiring dengan berkembangnya penelitian di bidang kesehatan, pil KB ternyata mempunyai andil yang sangat besar terhadap tingkat kesehatan penggunanya. 
Seperti diungkapkan ahli kandungan dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta, dr Frizar Irmansyah, SpOG (K), banyak informasi terbaru soal pil KB yang belum ketahui masyarakat. Selain itu, mitos-mitos yang kadung melekat pun sudah saatnya untuk diluruskan. 
¨Selama ini, penggunaan pil KB memang masih terbatas pada kebutuhan pencegahan kehamilan dan konsumsinya hanya untuk pasangan yang menikah. Stigma di kita kerap menilai negatif wanita yang memakai pil KB sebelum menikah,¨ ungkap dr Frizar. 
Pemakaian pil KB pada wanita remaja atau lajang memang belum umum di Indonesia. Sedangkan di luar negeri, fenomena ini sudah biasa terjadi. Hal ini dilakukan bukan hanya sebagai pencegahan kehamilan tetapi juga untuk mengatasi gangguan penyakit kewanitaan tertentu. Misalnya saja haid yang terlalu banyak dan jerawat yang tak kunjung sembuh. Kedua penyakit ini sebenarnya dapat diatasi dengan pemberian pil KB dan hasilnya terbukti efektif dan efisien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar