Minggu, 11 September 2011

Ikut Mejeng di Teras Banten *Fotonya Aja :D

Terasbanten.com hari ini memuat berita tentang ibu-ibu yang menambah penghasilan dari menulis. Senengnya, fotoku ikut nampang di situ... (hehe, narsis). Ini artikel lengkapnya.


Ide Cemerlang Ajak Ibu-ibu Cari Tambahan dari Menulis 


TERASBANTEN.com, Bandung – Ibu rumah tangga yang baik tentu saja harus mampu mengurus dan mendidik anak-anak serta mengabdi pada suami. Namun menjadi ibu rumah tangga saat ini juga dituntut lebih produktif, terlebih lagi jika pengahasilan Kepala Keluarga sangat minim, ditambah situasi ekonomi negara kita yang belum sembuh-sembuh dari krisis.

Tak dapat dipungkiri kehidupan rumah tangga membutuhkan kekuatan finansial yang optimal. Bukankah di jaman modern seperti saat ini tidak ada yang gratis dan segala sesuatu membutuhkan uang?  Untuk biaya sekolah dan berbagai kursus tambahan anak-anak seperti kursus Bahasa Inggris atau Komputer, Melukis, menghitung dengan metode Kumon, kebutuhan sehari-hari, dan membeli rumah misalnya, semuanya itu tentu perlu uang.

Salah satu solusi yang ditawarkan oleh Indscript Creative kepada ibu-ibu rumah tangga untuk meraih pendapatan tambahan adalah menulis. Indscript Creative adalah agensi naskah yang memberikan bimbingan dan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga agar memiliki keterampilan menulis. Inilah salah satu pekerjaan menarik sekaligus juga menantang bagi ibu-ibu rumah yang ingin mendapat pengahilan tambahan tanpa harus meninggalkan rumah. Pun, merupakan ide yang cemerlang dari Indscript Cretaive yang digagas Indari Mastuti.

Indari adalah pendiri Indscript Creative. Lembaga ini didirikan pada tahun 2007 lalu. Sampai saat ini sudah 500 orang ibu-ibu rumah tangga yang bergabung dengan Indiscript, dengan penghasilan dari mulai ratusan ribu rupiah, dua juta rupiah, sampai tujuh juta rupiah per bulan.  Ibu-ibu yang sudah bergabung itu dari seluruh Indonesia, bahkan ada dari Jepang, Malaysia, dan Inggris.

Indscript Creative didirikan Indari dengan semangat ingin total bekerja di dalam rumah, sekaligus meninggalkan hiruk-pikuk dunia karir demi mengurus keluarga. Awalnya Indari berpikir keras mencari-cari bisnis apa yang bisa dikerjakan di rumah yang sesuai dengan minat yang dimiliki. Kebetulan Indari hobi dan minat menulis. Itulah yang kemudian  mendorongnya Indari menjadikan menulis sebagai profesi, sekaligus sebagai sumber penghasilan tambahan keluarga.

Lantas bagaimana cara Indari memotivasi ibu-ibu agar menjadi penulis yang produktif, hingga meraih tambahan yang pendapatan sangat meggiurkan? Bukankah menuangkan ide atau pikiran dalam suatu tulisan atau rangkaian kalimat demi kalimat itu tidak mudah, dan lagi pula sudah dipersepsikan masyarakat sebagai pekerjaan milik para pemikir, yang susah dan rumit?

Di bawah ini jawaban dari Indari melalui wawancara Budi Fu dari TERASBANTEN.com dengan Indari Mastuti.

Petikannya :

Bisa dijelaskan apa Indscript Creative itu?  

Indscript Creative adalah agensi naskah. Berdiri sejak akhir tahun 2007. Kami menjadi mediator antara penulis dan penerbitt atau penerbit ke penulis.

Oh, begitu? Berapa orang penulis yang sudah difasilitasi?

Ya, lebih dari 500-an buku yang sudah terbit hasil kerjasama Indscript Cretaive dengan lebih dari 30 penerbit dan penulis yang berbeda-beda. Jumlahnya, kalau secara pasti memang harus di cek dulu, namun secara acak saja yang menjadi penulis tetap sekitar 213 orang.

Indscript juga menerima penulis-penulis baru, selalu mencari talenta-talenta baru. Alhamdulillah, penuli-penulis baru terus bertambah jumlahnya. Kami juga mengenakan sharing keuntungannya karena ini adalah bisnis. Sharing royalty itu misalnya agensi berbagi dengan penulis, jika penerbit memberi royalty 10%, maka akan dibagi sebagai berikut: penulis 7%, agensi 3%.

Penulis yang sudah bekerjasama dari mana saja?

Yang jelas dari seluruh Indonesia. Tapi, dari luar negeri juga banyak seperti dari Jepang, Malaysia, dan Inggris.

Olala, bagaimana bisa bekerjasama dengan banyak penulis?  

Tentu saja karena saya punya program. Indscript Creative memiiki target dan juga program mencari para penulis, hingga akhirnya Indscript Creative membuat komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN),  di mana positioning kami menggaet ibu-ibu rumah tangga untuk dilatih jadi penulis profesional,  dari sanalah semakin berkembang secara signifikan jumlah penulis dan calon penulis

Tadinya, jumlah penulis ada 213 orang, itu penulis tetap. Tapi setelah membentuk IIDN jumlahnya sekarang sudah lebih dari 500-an orang penulis.

Oya, kok bisa punya ide membuat komunitas IIDN? Bukankankah mendorong orang lain menjadi penulis itu merupakn pekerjaan yang sulit, apalagi kepada ibu-ibu rumah tangga yang pekerjaannya seabrek-abrek?

Semua itu dilatarbelakangi oleh saya sendiri sebagai ibu rumah tangga yang memang doyan menulis, tentu saja menulis untuk sebuah profesi, dan ternyata setelah dijalankan aha… menghasilkan uang juga.

Dalam kontek ini, terus terang saja saya ingin berbagi ilmu dan kemampuan kepada ibu rumah tangga lainnya, bahwa mereka tidak perlu keluar rumah untuk mendapatkan penghasilan, cukup dengan menulis saja di  rumah.

Wah, luar biasa. Dari 500 orang penulis itu, ibu-ibu rumah tangga semua atau sebagai penulis professional seperti ibu?

Mereka rata-rata ibu rumah tangga dan saya fokus ke ibu-iu rumah tangga karena memang IIDN berawal dari keinginan saya untuk berbagi kemampuan dalam menulis dan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga untuk tetap aktif, kreatif, dan produktif dalam menulis, walau tetap diam dan bekerja di dalam rumah, mengurus anak, dan melayani suami.
 


Berapa rata-rata penghasilannya?

Kalau sudah betul-betul menulis secara produktif, kisaran pendapatannya Rp 2 juta sampai Rp 7 juta per bulan. Tapi kalau nyambi alias baru menulis belum sampe sebesar itu. Ya, paling di angka  ratusan ribu. Itu rata-rata dari royalty penulisan buku.

Ibu sendiri sangat produktif menulis buku. Berapa buku yang sudah ditulis dan diterbitkan?

jumlah buku yang sudah saya tulis sekitar 60 judul buku. Itu saya tulis dalamkurun tujuh tahun.

Bagaimana bisa seproduktif itu?

Selalu ada target dalam hidup saya. Saya membuat target-target tersendiri dalam hal apa pun. Dengan target itu saya jadi termotivasi untuk mewujudkannya. Untuk konsisten memang tidak mudah, maaf, apalagi bagi ibu-ibu rumah tangga yang pekerjaan domestiknya sangaaaaaaat banyak, tapi saya berusaha konsisten tanpa memberatkan saya sendiri. Tugas saya sebagai ibu rumah tangga tetap harus jalan, tapi   tapi profesi menulis juga harus jalan juga.

Bagaimana membagi waktunya?

Saya tentu punya waktu untuk menulis, walau tidak banyak waktu, tapi itu tidak berat dan harus dilakukan secara konsisten misalnya hanya 1 jam dalam sehari. Saya sering bilang ke ibu-ibu yang lain, walaupun hanya punya waktu 10 menit untuk menulis dalam setiap hari tak mengapa, yang penting terasa ringan dan tidak memberatkan. Ini penting sehingga mengerjakannya bisa enjoy, dibandingkan dengan memaksakan diri menulis berjam-jam tiap hari hingga satu bulan, eh bulan berikutnya sudah capek sendiri. Jadi  yang efektif menulis agar tetap produktif itu adalah komitmen, konsisten, dan lakukan setiap hari, berapapun waktu yang dialokasikan

Selain menulis buku, di komunitas IIDN juga didorong menulis berbagai bidang dan di berbagai media juga?


Ya, mereka harus bisa menulis banyak hal, namun saya fokuskah mereka menulis sesuai dengan background, bidang, dan pengalaman masing-masing agar tulisannya lebih mendalam.

Untuk berbagai media, itu yang terus saya usahakan sampai saat ini, saya mengusahakan bekerjasama dengan berbagai penerbit, institusi, hingga media dengan tujuan penyaluran anggota grup agar lebih luas dan terus meluas.

Di komunitas kami juga pernah mengerjakan skenario untuk film animasi sebanyak 32 episode. Sedangkan menulis di  koran, dan majalah, sedang terus dijajaki. Di luar itu, kami membuat Promo Tools untuk beberapa corporate, misalnya beberapa klien kami yang sudah digarap di antaranya PKBL Biofarma, RS Muhammadyah, Brownies Amanda, dan lain-lain.

Dalam komunitas IIDN, apakah ibu-ibu rumah tangga itu betul-betul tidak mengenal dunia tulis-menulis?

Ada yang benar-benar awam, tapi ada yang sudah tahu, dan ada yang sekadar hobi, ada juga yang sudah senior, semua itu bersatu di grup IiDN.

Saya dengar ada Kordinator Wilayah untuk IiDN?

Iya memang sudah ada 22 Kordiantor Wilayah di indonesia dan luar negeri. Rencananya September ini akan membuka 25 korwil di 25 negara di dunia

Wow, bagaimana secemerlang itu, Bu?

Ha ha ha….. Untuk pertanyaan yang satu ini saya tidak bisa menjawab, perasaan belum apa-apa dan bukan siapa-siapa, masih ada target yang harus saya kejar,  saya ini masih anak bawang.

Terakhir, apakah Ibu punya kiat khusus sehingga bisa sukses seperti saat ini?

Sekali lagi, saya punya target. Kenapa saya begitu yakin dengan target karir saya? Ada beberapa hal yang menjadi pedoman saya.  Saya tidak pernah berhenti walau saya gagal, saya tidak pernah mengeluh walau saya lelah, saya tidak pernah memilih dari mana nasehat sukses itu datang, saya tidak pernah tersulut pada pikiran negatif yang disampaikan dari luar diri saya.

Dengan segala hal yang positif, insya Allah langkah kita akan jauh lebih menyenangkan, ide-ide akan bertaburan tanpa diduga. Dan dan satu lagi, restu suami membuat pekerjaan ini menjadi lancar. ***

Link :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar