Jumat, 13 April 2012

Kamis yang Manis :) (Artikel Pertama)

Kamis pagi kemaren, aku sedih banget. Semua hal rasanya bikin aku bete. Tapi, eh! Siangnya, kabar manis itu muncul. Hehe... yupp! Artikelku yang kukirim sekitar bulan Februari tiba-tiba dimuat. Hahay! Padahal udah hilang harapan untuk dimuat. Bukan karena ga pede tapi karena itu artikel memang momennya sudah lewat. Ya! Artikel itu berisi tentang seputar cinta yang memang heboh di bulan Februari, bulan Valentin. Tentu saja cinta dilihat dari segi Sains-nya. Artikel yang kukirim sebenernya ada 4 tapi yang dimuat 3. Alhamdulillah lah yaaaa.... Lumayan, rezeki buat nambah-nambah beli baju bayi.... *teuteuuuuup :D
Ini dia artikelnya.

Mengintip Otak 
Orang-orang yang Sedang Jatuh Cinta
Gambaran otak manusia yang normal dengan otak manusia yang sedang jatuh cinta ternyata berbeda. Hal ini berdasarkan pada penelitian kognitif dan fungsional otak dari hasil perbandingan tes MRI. MRI sendiri adalah tes yang menggunakan medan magnet dan pulsa energi gelombang radio untuk membuat gambar organ dan struktur di dalam tubuh. Dan dalam penelitian ini, otak yang menjadi sampelnya.

Hal yang menjadikan gambaran otak manusia normal dan otak manusia yang sedang jatuh cinta itu berbeda, menurut para penelitinya, itu karena berbedanya jumlah cairan kimia otak (neurotransmitter) pada keduanya. Stephanie Ortigue, asisten profesor psikologi dari Syracuse University, New York, Amerika Serikat, yang merupakan kepala penelitian ini menyatakan bahwa gambaran ini menjelaskan tentang bagaimana jaringan yang satu dengan yang lain yang saling berinteraksi. Dan ini tentu saja dipicu oleh kadar cairan kimia otak (neurotransmitter) di dalam otak tersebut. Dengan mekanisme yang sama, saat depresi dan patah hati juga, otak akan memberikan penampakan yang berbeda daripada otak yang normal.

Gambaran otak manusia yang sedang jatuh cinta
Gambaran otak dari manusia yang sedang jatuh cinta berdasarkan tes MRI bisa dilihat pada dua gambar di bawah ini.
Gambar otak tampak samping
Gambar otak tampak atas

Untuk lebih menjelaskan kaitan hasil tes MRI dengan gambaran fungsional otak yang terjadi saat jatuh cinta, gambar otak di atas dapat digambarkan lagi ke dalam sebuah gambar grafis berikut.
 

Nah, dari gambar grafis di atas dapat terlihat jelas, area-area otak mana saja yang lebih aktif saat jatuh cinta dibandingkan dengan area lainnya yang cenderung tetap. Area-area otak yang lebih aktif saat jatuh cinta dapat terlihat dari warnanya yang merah dan merah muda. Mengapa demikian? Hal ini terkait dengan kadar cairan kimia otak (neurotransmitter) yang ada pada saat jatuh cinta tersebut.

Hal-hal yang terjadi pada otak saat jatuh cinta
Pada saat orang jatuh cinta, menurut para peneliti dari Syracuse University, New York, Amerika Serikat, beberapa hal di bawah ini akan terjadi.
  • Munculnya area otak yang lebih aktif daripada area yang lain. Area-area tersebut diantaranya adalah area girus dorsolateral bagian tengah-depan; area insula; girus temporal superior; girus angular; korteks occipital; korteks occipitotemporal; temporal ventral; inti kaudatus; thalamus; cingulated anterior; hippocampus posterior; dan juga girus precentral.
  • Naiknya kadar kortisol dalam darah di otak dan tubuh. Hal ini akan menyebabkan tingkat stres yang tinggi; kesigapan tubuh yang tinggi; dan menurunnya sensitivitas terhadap rasa sakit.
  • Naiknya kadar dopamine. Hal ini akan menyebabkan tingkat kesenangan yang tinggi; munculnya motivasi yang tinggi; dan menurunnya tingkat kesedihan.
  • Naiknya kadar oksitosin. Hal ini akan menyebabkan tingkat kepercayaan yang tinggi; limpahan rasa sayang yang tinggi; dan menurunnya tingkat ketakutan.
  • Naiknya kadar vasopressin. Hal ini akan menyebabkan peningkatan gairah seksual; peningkatan daya tarik fisik; dan penurunan rasa gelisah.
  • Turunnya kadar serotonin. Hal ini akan menyebabkan peningkatan pemikiran yang obsesif serta peningkatan agresivitas diri.
  • Naiknya kadar estrogen dan testosteron. Hal ini akan menyebabkan peningkatan gairah seksual; peningkatan daya tarik fisik; dan penurunan rasa gelisah.
  • Naiknya kadar adrenalin. Hal ini akan menyebabkan peningkatan gairah seksual; ketertarikan; dan juga penurunan rasa gelisah.
  • Tak hanya naik-turunnya hal-hal yang fungsional, hal-hal kognitif juga akan tampak. Seperti peningkatan citra diri; munculnya pandangan bahwa pasangan terlihat menarik; munculnya perhatian yang lebih pada pasangan; timbulnya focus yang berlebih terhadap pasangan; serta munculnya kemampuan memahami pasangan secara optimal.
Jika dilihat dari penjelasan di atas, jatuh cinta ternyata banyak memberikan hal-hal yang positif. Oleh karena itu, tidak salah jika kita tak hanya jatuh cinta di hari valentine saja, bukan? Mari jatuh cinta setiap saat.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar