Selasa, 16 Juli 2013

Mengatur Keuangan Rumah Tangga Cara Saya

Mengatur uang tidaklah semudah yang dikira. Manisnya masa gajian dan pahitnya akhir bulan membuat dinamika tersendiri di dalam mengatur uang. Saya adalah istri yang dipercaya penuh dalam mengatur keuangan rumah tangga. Penghasilan tetap dari suami dan penghasilan yang tidak tetap dari saya, setiap bulannya tersebar ke berbagai pos pengeluaran atas pengelolaan dan izin saya. Namun walaupun demikian, suami tetap ikut memantaunya. Tentu saja, agar sedikit atau pun banyak, uang tetap cukup saat sedikit dan bersisa di kala banyak.


Ini Cara Saya…
Secara ideal, saya menerapkan rumus pengeluaran itu dalam 4 poin prosentase. 30% untuk cicilan utang; 10% untuk tabungan dan investasi; 10% untuk asuransi; dan 50% untuk biaya hidup.

Poin pertama adalah prioritas. Tentu karena hal ini menyangkut personal image kami terhadap pihak kreditur. Jadi ketika hari gajian tiba, cicilan utanglah yang menjadi pengeluaran pertama kami.

Dalam berkredit, kami sebisa mungkin tidak mempunyai utang lebih dari 30% total gaji bersih. Sebab jika lebih dari itu, kebutuhan pasti tidak bisa tercukupi. Karena kesepakatan ini, ketika sebuah utang lunas, biasanya kami akan melakukan kredit yang baru. Baik itu berupa modal yang bersifat konsumtif atau pun melakukan kredit barang secara langsung (misalnya kendaraan bermotor). Satu hal yang kami tabukan, kami anti kartu kredit karena menurut kami, itu hanya akan membuat utang kami tidak terkontrol.


Untuk poin kedua, 10% merupakan nilai yang minimal. Di sini, investasi kami berupa perhiasan emas. Adapun tabungan, kami lebih memilih jenis konvesional yang berupa tabungan uang rupiah di bank. Agar tidak bercampur aduk dengan rekening untuk menerima gaji, kami membuka rekening khusus. Dan tentu saja, tabungan ini sangat membantu ketika kami sedang dalam keadaan kurang atau untuk sekadar biaya liburan.

Poin ketiga adalah asuransi. Karena biaya sekolah anak-anak sekarang semakin mahal, maka kami memilih asuransi pendidikan. Adapun urusan kesehatan, kebetulan sudah ditanggung oleh pihak yang memperkerjakan suami. Meskipun kami tetap membayar 50% biaya perawatannya, kami menganggap itu sudah lumayan.

Poin terakhir adalah biaya hidup. Di poin inilah prosentase yang paling besar menghabiskan uang bulanan kami. Ya, dua orang dewasa, yakni saya dan suami, serta 3 orang anak memang sangat besar dalam menghabiskan 50% pendapatan kami. Bahkan seringkali lebih.

Tapi…
Rumusan tadi adalah aturan ideal yang kami buat. Dalam pelaksanaannya, aturan itu seringkali tidak bisa kami terapkan. Ada saja hal yang menyimpang. Dari biaya hidup yang membengkak, pembelian barang yang tidak terduga, dan lain sebagainya. Untuk menyikapi hal itu, mau tidak mau pendapatan harus ditingkatkan atau membongkar tabungan.

Perlunya Pengetahuan Keuangan
Pengetahuan mengenai cara mengatur uang itu sangatlah perlu. Untuk memenuhinya, saya mencari ilmu itu melalui internet. Salah satunya adalah dari www.loveolive.com. Ya, di sana, banyak sekali tips dan cara memecahkan permasalahan keuangan. Sungguh, berkatnya, kini saya semakin menikmati hidup. Sebab mengatur uang tidak lagi memusingkan hari-hari saya. Mau tahu lebih banyak mengenai cara mengatur uang atau inspirasi yang bisa meningkatkan keuangan Anda? Yuk update selalu pengetahuan kita di www.loveolive.com secara langsung, like Facebook Fan page-nya, follow twitter-nya, follow Google+-nya, dan subscribe ke channel YouTube-nya. Sebab Live Olive merupakan situs sumber informasi bagi wanita untuk mendapatkan kiat-kiat mengatur keuangan sehari-hari.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar