Senin, 22 November 2010

Aku lah Manusia Yang Paling Beruntung


Aku lah manusia yang paling beruntung.

Sampai detik ini aku tak pernah kekurangan makan dan minum,
Aku dapat berlindung di dalam bangunan yang ku sebut “rumah”,
Aku dapat memakai pakaian-pakaian yang layak, yang baru, yang bagus,
Aku dapat membeli barang-barang yang aku inginkan untuk memenuhi semua kebutuhanku,
Aku dapat melakukan semuanya yang aku suka.
Sementara banyak di luar sana yang serba kekurangan.

Sampai detik ini juga aku masih dapat melihat dunia di hadapanku dengan kedua mataku,
Aku masih dapat mendengar semua bunyi di sekitarku dengan kedua telingaku,
Mengecap rasa dengan lidahku,
Mencium aroma dengan hidungku, dan
Meraba benda dengan kulitku
Sementara banyak di luar sana yang kehilangan salah satu atau lebih dari panca inderanya.

Sampai saat ini pun aku masih bisa berdiri di atas kedua kakiku,
Aku masih bisa berpegangan dengan kedua tanganku,
Aku masih bisa berfikir dengan segenap kemampuan otakku,
Aku masih bisa berbicara dengan lancarnya melalui lidah dan bibir ini,
Sementara banyak di luar sana yang tidak bisa sepertiku.

Aku lah yang paling beruntung,
Aku bisa mengenyam pendidikan dengan sempurna,
Mendapat pekerjaan yang layak,
Sementara banyak yang tidak seberuntung aku.

Aku lah yang paling beruntung,
Mempunyai keluarga yang membuatku merasa nyaman,
Sahabat-sahabat yang luar biasa,
Teman-teman yang baik, dan
Aku punya dia yang melengkapi hidupku.

Ya, Aku lah manusia yang paling beruntung,
Karena berada di sekitar mereka,
orang-orang yang memperhatikanku,
yang perduli padaku,
yang akan mengingatkanku ketika aku salah,
yang akan mendukungku menggapai harapan dan mimpi-mimpiku,
yang akan menepuk bahuku ketika aku berhasil,
yang akan merangkulku ketika aku gagal,
yang akan menangis bersamaku ketika aku sedih dan terluka,
yang akan tertawa denganku ketika aku bahagia.

Tentu, aku bukan manusia sempurna,
Aku bukan orang kaya yang banyak harta,
Aku juga bukan wanita dengan paras cantik dan tubuh ideal,
Aku juga bukan manusia berhati malaikat,

Aku pun tak pernah tau rasanya tumbuh dewasa dengan adanya sosok seorang ayah,
Aku pun juga tak pernah bilang kalau hidupku berjalan mulus sesuai harapan,

Tapi aku adalah manusia yang paling beruntung,
Memiliki ALLAH SWT Yang Maha Segala-galanya,
Yang menciptakan semua kesempurnaan itu pada aku yang tidak sempurna.


“… nikmat-Nya yang manakah yang kan kau dustakan, bila kau bernafas dengan udara-Nya?...” 


Sumber 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar