Senin, 22 November 2010

Surat Cinta Seorang Isteri...

Aku Juga Butuh Perhatian…

Suamiku..
Kadang kamu bersamaku dirumah.ini menyenangkanku,tapi kadang-kadang aku melihatmu mengacuhkanku dirumah karena sibuk dengan Koran dan majalah,atau menonton televisi,duduk dikomputer atau bermain internet.
Suamiku..betapa senangnya aku ketika melihatmu masuk kedalam rumah kita,yang merupakan tempat tinggal kita,tempat kita berbahagia,tapi kenapa tidak terucap olehmu kata-kata yang mengungkap kerinduanmu dan cintamu kepadaku?
Kenapa tidak ada tatapan penuh kasih dan penghargaan dari kedua matamu yang indah?
Kenapa tidak kau tampakkan senyum yang tulus itu?
Kenapa kamu mengacuhkanku dan tidak mengindahkanku?
Kenapa aku tidak merasakan kedekatanmu kepadaku?
Kamu perhatian dengan permasalahan-permasalahan orang lain,tapi mana perhatianmu untuk permasalahanku?
Aku istrimu.aku hidup diantara empat dinding yang membatasi pandanganku setiap harinya,tapi kenapa kamu tidak merasakan kebutuhanku untuk duduk bersamaku?kebutuhanku akan kata-katamu yang penuh perasaan untukku..jawablah terus terang kenapa?
Benar.mungkin kamu berhasil dalam pekerjaanmu atau sukses dikantormu,tapi sayang…kamu bukan orang yang berhasih dalam mengatur keluargamu.,



Dimanakah Kasih Sayang itu..

Suamiku..
ketika kamu ditimpa kesusahan berupa penyakit atau kesedihan dan semisalnya,tidakkah kamu tahu betapa besarnya perhatianku untuk itu,dan tidakkah kamu tahu betapa ait mata ini mengalir dari kedua kelopak mataku karena sedih melihat penyakitmu,dan aku berharap penyakit itu meninggalkanmu dan berpindah menimpaku..
Ini perasaanku sejujurnya.
Tapi betapa kagetnya diriku saat penyakit itu menimpaku,kulihat kamu acuh dan tidak mempedulikan keadaanku.bahkan aku mendengarmu mengeluh kepada keluargamu dan menyatakan kata bosan dari penyakit yang menimpaku,dan membuat penyakitku semakin parah dan kesedihanku kian pilu,ialah tekadmu yang akan akan menceraikanku dan menikah lagi…karena kamu tidak meninginkan wanita yang sering sakit-sakitan..
LAA..ILAAHA ILLALLAAH..Sungguh telah kau hancurkan semua harapan dan angan-angan yang telah kugambar sepanjang hidupku.

Suamiku..
jika kamu yang sakit,maka demi Allah..aku tidak akan meninggalkanmu dan tidak menghendaki siapapun selainmu..bahkan demi Allah,kamu akan mendapatiku menjadi pelayanmu,rela tidak tidur,berjaga untukmu dan ikhlas berdiri menunggu dihadapanmu.bahkan demi Allah yang tiada Ilah kecuali DIa,kalau kamu inginkan kesehatan yang kumiliki sungguh ia akan kuberikan kepadamu,
Tapi.. mengapa terjadi kekerasan ini?dimanakah kasih sayang itu..
Bukankah kamu pernah membaca Sabda Rasulullah..
“Orang yang pengasih akan di kasihi Dzat yang Maha Pengasih, kasihilah yang di bumi, maka yang di langit akan mengasihimu.” (HR. Tirmidzi)”



Jadilah Teladan..

Suamiku..
Aku istrimu dan anak-anakmu melihat semua perbuatan dan perilakumu..
Dan kami terwarnai olehnya,maka kuharap kami bisa melihat dalam dirimu teladan yang baik.
Suamiku..
Kenapa kamu diam dirumah sedang manusia berlomba-lomba menuju masjid untuk mendapat rahmat Allah?
Apakah kamu mengira bahwa diammu itu tidak menyebabkan anak-anak kita malas dan terlambat menunaikan sholat?
Ya,demi Allah..kamu bisa mengubah rumah kita kepada tingkatan yang lebih baik dalam hal agama dan pendidikan dengan amalmu yang baik dan menjadi panutan yang baik untuk kami.
Ketika kamu mengambil mushaf(Al Qur’an) untuk membacanya,maka dengan perbuatanmu itu kamu telah membuat kami berpikir,kenapa kami tidak membaca dan memperoleh pahala seperti ayah?
Kamu tidak berbicara sepatah katapun,tapi amalmu yang sholeh adalah dakwahmu yang terbesar bagi kami.
Betapa indah waktu itu,ketika aku melihatmu meninggalkan tidur dan sholat diakhir malam untuk bermunajat kepada Allah.
Sungguh,aku telah banyak terwarnai olehmu,dan Allah mengetahui bahwa dengan perbuatanmu ini kamu telah menanamkan iman didalam hatiku,maka kuwasiatkan kepadamu:”Jadilah Teladan yang baik untukku dan anak-anakmu”
Karena siapakah yang akan mewarnai kami kalau kami tidak mendapatkan warna darimu..?


(sumber:Untukmu Suamiku)

Saudaraku..
Perhatikanlah Pasangan kita..
Sekecil apapun..
Walaupun hanya selintas senyum tulus untuknya.
Sungguh itu sangat berarti buatnya..
Apalagi saat dia tertimpa sakit atau musibah..
Temanilah.rawatlah dan jagalah dia..
Jangan mengeluh ketika sakit yang menimpa pasangan kita tak kunjung sembuh..
Disinilah Allah menguji kita..
Sebagai suami istri..
Apakah ikatan itu semakin kuat dengan adanya kesulitan atau musibah?
Atau ikatan ini semakin kendur,karena tak sanggup menahan cobaan ini..?
Saudaraku..
Jadilah Teladan yang baik..
Alangkah baiknya setiap kata kita sesuai dengan tindakan..
Janganlah kita hanya bisa menyuruh saja,tanpa melakukan..
Malu..malulah saudaraku..
Sungguh setiap langkahmu akan dimintai pertanggung jawaban kelak.
Karena kamu adalah pemimpin bagi keluargamu..


“..Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut..”(An Nisa:19)

“Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik kepada keluarganya(istrinya),dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku(istrinya) (HR Ibnu Majah)

Semoga Allah memudahkan kita semua..
Sonny AbiFatih..

Sumber  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar