Senin, 22 November 2010

Rawatlah Cinta itu..


Namun jangan dikira pasangan yang tidak melalui fase pacaran ketika akan menikah akan kesulitan mencintai pasangannya,
Semuanya harus diusahakan dan dirawat..
Diusahakan setiap waktu..tidak hanya hari-hari tertentu saja..
Apalagi bila kita umat Islam merayakan Valentine..
Yang jelas-jelas bukan bersumber dari Islam dan ada unsur ritual agama lain dalam sejarahnya.
Kalaupun ada yang mengatakan kita tidak bertoleransi..
Toleransi bukan berarti kita menggadaikan Aqidah Agama kita..
Marilah kita mulai merawat cinta kepada pasangan kita setiap waktu

Karena Cinta itu ibarat pohon,akarnya tumbuh,ketika kita mulai berinteraksi dengan pasangan kita.ia pun akan bersemi, ketika kita mampu menerima segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh pasangan kita.kita sirami dan pupuk ia dengan kasih sayang dan perhatian.ia pun akan mekar mewangi atau berbuah ranum,ketika kita selalu berusaha memberi yang terbaik buat pasangan kita,namun cinta tidak tumbuh begitu saja,ia pun perlu dirawat dan dijaga dari hama dan penyakit-penyakit yang menganggu.
Hama itu bisa berwujud,ketidakpercayaan dan ketidakpuasan terhadap pasangan ataupun ada pengusik yang mengganggu rumah tangga kita sehingga kita menjadi Selingkuh.. Na’udzubillah min dzalik

Bukan kesalahan besar bila kita tidak puas terhadapa suami atau istri kita,karena tabiat manusia cenderung memang merasa tidak puas.
Namun bukan pula kesalahan kecil bila kita memutuskan berpisah dengan pasangan hidup kita,hanya karena perkara tidak mencintai.

Bila suatu ketika ,kita merasa kehilangan cinta terhadap pasangan kita ,percayalah itu bukan cinta,namun sebatas SIMPATI yang menghilang

Cinta bukan kata pasif yang hanya bergantung pada perasaan.seperti yang kisah sinetron drama percintaan.
Cinta adalah sebuah kata aktif yang membutuhkan aktivitas dalam mewujudkannya,kalaupun ada cinta pada pandangan pertama,itu hanyalah bibit cinta yang tertanam,bila lahannya subur maka cintanya akan tumbuh bersemi ,namun bibit itu bisa mati dengan sendirinya bila tidak dirawat.

Cinta kita terhadap suami atau istri kita akan senantiasa bersemi apabila kita selalu memperhatikan hal-hal positif dalam pernikahan kita. Kalaupun ternyata ada sifat dan perilaku pasangan kita yang tidak menyenangkan,cukuplah ia hanya menggugurkan sedikit daun atau putik cinta kita. Tentu saja tidak perlu sampai menumbangkan pohon cinta yang telah kita tanam dan rawat bersama. Namun perlu juga diperhatikan jangan sampai hal yang tidak menyenangkan itu terjadi berulangkali sehingga menggugurkan seluruh daun cinta, Maka pohon cinta pun akan kering dan mati. Dan yang ada bukan lagi CINTA tapi melainkan BENCI.


Tidak ada yang mengharuskan kita untuk mencintai pasangan kita.diri kitalah yang menentukan bahwa kita harus mencintainya.dengan demikian kitapun akan berusaha membangun nuansa cinta antara kita dan pasangan kita.kitalah yang berhak mengukuhkan cinta dihati kita.tidak perlu untuk menuntutnya mencintai kita,
Cintailah ia,
Berkorbanlah untuknya,
Niscaya ia akan mencintai kita,

Seperti ketika Allah mewahyukan Daud a.s. dengan berfirman :
"Wahai Daud cintailah Aku dan buatlah hamba-hambaKu mencintaiKu serta buatlah Aku mencitai hamba-hambaKu"
Daud berkata : "Wahai Rabbku, aku memang mencintaiMu dan bisa membuat hamba-hambaMu mencintaiMu.Tapi bagaimana mungkin aku membuatMu mencintai hamba-hambaMu?"
Allah berfirman :
"Sebutlah asmaKu di tengah-tengah mereka karena mereka tidak mengingatKu kecuali yang baik-baik."


Jadikan Rumah Tangga kita selalu berada dalam Nuansa Ibadah kepada Allah SWT.

Perhatian-perhatian kecil yang diberikan pada saat yang tepat ,juga seringkali membuahkan cinta yang besar.

Sudahkah hari ini Anda memberikan senyum termanis kepada suami atau istri Anda? Sudahkah Anda ungkapkan betapa sayang dan cintanya anda terhadapnya?
Sudahkah ia tahu bahwa Anda ridha terhadap kekurangan yang ia miliki?
Sudahkah ia tahu juga betapa bangga Anda dengan kelebihan-kelebihannya?
Sudahkah pula Anda sampaikan padanya betapa Anda sangat berterimakasih terhadap segala yang telah ia lakukan demi kebahagiaan pernikahan Anda?
Sudahkah Anda lebih dahulu meminta maaf untuk sebuah kesalahpahaman ?
Sudahkah anda bangunkan pasangan Anda di tengah heningnya malam untuk bermunajat kepada Allah?
Sudahkah Anda mengajaknya untuk tilawah Al-Qur'an bersama?


Hal-hal kecil tersebut merupakan sebagian kecil dari aktivitas positif yang dapat menyuburkan pohon cinta.
Akar-akarnya menghujam di hati, batangnya kokoh, rantingnya menjulang ke langit, daunnya rimbun, buahnya ranum.
Menaungi dan memberi kebahagiaan sebuah pernikahan,keluarga dan masyarakat.Insya Allah..

Memiliki harapan tertentu terhadap pasangan kita adalah sebuah KEWAJARAN. Apalagi kita bercita-cita membentuk keluarga SAKINAH MAWADAH WA ROHMAH untuk membentuk masyarakat sehat materiil dan spirituil.
Kitapun berharap dapat mendidik dan mewujudkan generasi robbani.
Namun,bila ada harapan yang TIDAK KESAMPAIAN itu merupakan ujian dalam sebuah pernikahan.

(Allah swt mengingatkan kita melalui firmanNya,
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal sesuatu itu baik bagimu. Boleh jadi pula kamu mencintai sesuatu padahal sesuatu buruk bagimu. Dan Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"(Al Baqarah : 216)


Bila kita mellihat ada sesuatu pada diri suami atau istri yang tidak sesuai harapan, ada baiknya kita mencoba melihat bahwa ada hal positif lain yang ternyata di luar dugaan, Atau mungkin Allah swt mempertemukan kita dengannya untuk membantu membenahi kekurangannya. Berusahalah mencoba mencari jalan keluar terbaik, tidak dengan versi keluarga suami atau keluarga istri. Karena kita sedang membangun keluarga kita sendiri!

(Rasulullah saw memberi nasihat kepada kita,
"Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Sebab bila ada satu sikap yang ia benci darinya, boleh jadi ada sikap lain yang justru ia suka"(HR. Muslim).


Oleh Karena itu, kita jangan hanya memandang pernikahan hanya sebuah legalisasi hubungan cinta,maka ketika cinta sudah pudar,pudar pula sebuah pernikahan.namun bila kita melihat dari sisi tanggung jawab kepada Allah,keluarga besar,anak,masyarakat,maka sebaiknya kita intropeksi diri,sejauh apa cinta itu sudah memudar.karena bila cacat yang tampak pada pasangan kita bukanlah kesalahan fatal yang melanggar syariat Allah dan masih dapat dibenahi.sesungguhnya kita memiliki keharusan untuk menjaga intitusi pernikahan sebagai wujud tanggung jawab.
Suburkanlah kecintaan terhadap pasangan kita,karena kita berharap akan membangun kehidupan bersamanya didunia dan akhirat.

Bagi yang belum menikah,semoga Allah SWT memudahkan jalan menuju Pernikahannya.
Teruslah berusaha dengan jalan yang diridhoi oleh-Nya dan bertawakal kepada Allah SWT..
Dan bila tiba saatnya nanti..
Saat sudah terucap Ijab dan Kabul..
Rawat dan Jagalah cinta itu…
Cinta dalam Nauangan kepada Allah..
Mohonlah kepada Allah yang maha memiliki cinta agar menjaga cinta kita kepada suami atau istri kita, sambil membayangkan wajahnya penuh cinta..^_^

Sumber 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar