Sabtu, 27 November 2010

Hati

Mungkin liar dalam kediamannya,

karena itu hatiku butuh sebuah penjara.
Dengan jeruji besi dan tembok beton, 
kalau bisa tambahkan tegangan listrik ribuan voltase.
Biarkan dia tersengat mati, saat mencoba lari.
 
Kuikat dengan simpul mati,
ribuan doa agar dia tak lagi jatuh dan tersakiti.
Sebuah mantra untuk mengunci dan membutakan matanya.
Bukalah, dan cintailah pria pertama 

yang mencium keningmu disaat ijabku nanti.
 
Berhentilah berlari.
Berhentilah jatuh.
Berhentilah tersandung dan hancur beribu lagi.
Berhentilah pecah.
Berhentilah berdarah.
aku janji akan memelukmu erat, menimangmu, 

menjagamu sepenuh hati, 
tapi dengarkan aku.
Berjanjilah untuk tegar sekuatnya, 
tak akan pecah meski kamu harus jatuh berulang kali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar