Senin, 22 November 2010

Ketika Cinta Tak Seindah Dulu...

Alkisah,.. Dulu ,waktu awal-awal nikah, suami memanggil saya’ Neng. Humoira, Yayang atau Geulis (cantik)’. Sekarang setelah punya anak empat, lembutnya hilang entah kemana. Kalau memanggil saya sambil berteriak, ”Ummmmiii…, Ummmmiiii.., naha atuh kaos kaki Abi dugi ka bolong kieu? Aya beurit di imah? Naha tara dipaehan.. (ditranslate ya..^^, Ummiii.. Ummiii.. kenapa kaus kaki Abi sampai bolong begini? Ada tikus di rumah? kenapa nggak dibunuh saja?)
Saya yang sedang repot menyuapi si bungsu menjawab dengan berteriak pula, ”Duka teuing ummi mah. Da Ari beurit oge, naha sanes Abi nu ngudag? Ari pan ummi mah sieun ka beurit! Atuh da kaus kaki Abi bolong mah pan tos lami.. meser atuh..! (Ummi nggak tau, kalaupun ada tikus, kenapa bukan Abi yang mengejarnya? kan ummi takut sama tikus, lagipula, kaus kaki Abi bolong kan sudah lama, beli sana dong..!)
Si Abi dengan jengkel menyahut lagi, masih dengan gaya Tarzan, ”Jee.., sok pang meserkeun, Ummiii(Yee,.. beliin dong, Mi!..)
Tidak kalah jengkel saya menyambug lagi, ”Meser..meser! Artos na mana? Nganggo daun cau?” (Beli.beli.! Duitnya mana? Pake daun pisang?)

Kami mungkin masih akan saling berteriak kalau tidak dihentikan oleh Naura, si sulung kami yang sudah mulai ABG,”Ciciiinggg..! Naha atuh gandeng pisan? (Diaaamm! Kenapa sih berisik banget..?)
Lalu biasanya kami saling mengomel diam-diam.huft..

Hmm.. Melelahkan.. betul –betul rumah tangga Tarzan! Sebetulnya saya menikah dengan seorang ikhwan atau Tarzan sih? atau ada yang salah dengan perasaan cinta kami? Astaghfirulah hal adzhim.. saya merasakan berat bila ini terus terjadi, saya merasa ada yang salah dalam hubungan dengan suami saya. semakin lama hubungan saya dan suami semakin hambar, yang ada hanya mengurusi anak , yang terkadang membuat lelah diri serta jenuh atau bosan menyelimuti diri saya.
Ketika bertemu suamipun , tak ada senyum dari diri saya, yang ada hanyalah wajah kelelahan.
Terkadang suami pun pulang kerja mudah sekali tersulut emosi, mungkin juga karena ada masalah di kerjaannya
.
Padahal dulu waktu pertama menikah, kami bisa berlaku sabar satu sama lain..
Apakah rasa cinta di hati kami sudah mulai pudar?
Selain itu sejak menikah, aktifis dakwah yang biasa saya dan suami lakukan sebelum menikah juga sudah mulai menurun. entah mengapa, sepertinya terasa berat lagi untuk beraktifis seperti sebelum menikah. selain itu kami juga merasakan ibadah yang saat ini kami lakukan tidak sebaik pada waktu kami sendiri. Tilawatil Qur’annya yang pas-pasan ,terkadang ngantuk saat baru membaca dua halaman, padahal dulu bisa sampai 1 juz. hapalan qur’annya yang sudah pada lupa, sholat malamnya yang dulu bisa seminggu 3 kali sekarang malah menjadi sebulan sekali, itupun kalau ingat dan ada pertandingan bola.
Ya Allah, Jangan sampai pernikahan malah membuat kami menjadi futur dan jauh dari dakwah
Ya Allah Ya Rabbi,.. Selamatkanlah Pernikahan kami..
Jangan biarkan rasa bosan itu membunuh Pernikahan kami..
(“Ummu Naura”,34 tahun)


Saudaraku..

Semoga bisa kita ambil ibrah dari sedikit cerita diatas.
Bertahun tahun berada dalam sebuah ikatan pernikahan bersama seorang pasangan kita,tentunya membuat kita jadi lebih mengenali siapa diri kita dan dirinya,termasuk juga sifat dan sikapnya.terkadang ada sikapnya yang jengkel dan kita juga merasa rumah tangga tidak semanis dulu.tidak ada lagi ritmis dan romantis,tidak ada lagi sms penuh cinta romantis,tidak ada lagi hadiah coklat atau eskrim ataupun hadiah lainnya,yang ada hanya rutinitas yang mekanis dan menjemukan.

Saudaraku..
Jika perasaan ini sudah mulai muncul dalam diri kita..
Cepatlah perbaharui perasaanmu saudaraku..
Karena KEBOSANAN merupakan MUSUH UTAMA bagi PERKAWINAN..
Kejenuhan seringkali menjadi pemicu awal keretakan sebuah rumah tangga
Jangan biarkan perasaan itu mendominasi hatimu dan mempengaruhi sikapmu terhadap pasangan..
Jangan tergoda dirimu untuk selingkuh..
Segarkan Pernikahanmu Saudaraku..
Segarkan dengan melakukan variasi dalam pernikahanmu..
Bila kamu merasa bosan dalam berhubungan yang itu-itu saja,mengapa tidak kamu variasikan agar lebih Indah?
Bila selama ini dirimu merasa tidak pernah mengucapkan kata cinta ke pasangan,Ucapkanlah sekarang juga..
Tunjukkanlah dirimu bahwa kamu mencintai pasanganmu.
Terkadang Sayang dan Cinta tak hanya ditunjukkan dengan Perilaku..
Dia butuh diungkapkan dalam bahasa verbal yang jelas..
Bila selama ini,saat kamu berhadapan dengan pasanganmu,kamu berpenampilan seadanya saja..
Ubahlah dengan penampilan yang menarik..pakaian yang bagus,minyak wangi dan sebagainya.
Mengapa kita merasa malu menunjukkan penampilan kita yang baik kepada pasangan kita.?
Sedangkan saat bertemu orang lain ,malah kita memakai pakaian dan minyak wangi yang lebih bagus?

Saudaraku..
Ingatlah kenangan-kenangan indah kamu pada saat awal pernikahan.
Pupuklah selalu kenangan-kenangan indah didalam hatimu.
Dan bila kamu sudah mulai merasa bosan dengan rutinitas.
Inilah saatnya kamu dan pasanganmu pergi liburan menghilangkan kejenuhan
Buatlah waktumu untuk hal itu..ke pantai ke gunung atau ke tempat rekreasi
Agar selalu terjalin ikatan ukhuwah keluarga yang harmonis dan timbul keceriaan
Lakukanlah hal baru pekerjaan yang belum pernah dilakukan
Berilah hadiah kepada pasangan kita Saudaraku..agar cinta selalu terjaga.
Sepert sabda Rasullullah SAW
“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencintai” (HR al-Bukhari, al-Baihaqi, Abu Ya’la)

Saudaraku..
Kejenuhan atau kebosanan bisa dimulai dari masalah yang terus berulang
Ubahlah komunikasi kita dengan pasangan kita untuk menyelesaikan permasalahan
Komunikasikan masalah dengan suara lebih lembut.
Jauhi dari ucapan kasar dan berteriak bila ada sesuatu hal yang tidak kita sukai.
Berilah senyuman yang tulus dan tatapan penuh cinta..
Karena komunikasi yang baik akan memudahkan kita menyelesaikan masalah..
Jangan pernah menghina pasangan kita Saudaraku..
Sungguh terasa sakit dihati,jika dirinya merasa terhina..
Lukanya seperti paku yang ditancapkan dihatinya.
Walaupun bisa dicabut,tapi bekasnya masih tetap menganga.
Toleransilah pasangan kita bila memang ada kekurangan dalam dirinya.
Jangan perkeruhkan suasana dengan menceritakan masa lalu yang buruk.
Teruslah selalu memberi support dan dukungan untuk pasangan kita

Saudaraku..
Hati kita ini sering berubah-ubah.
Hari ini bisa Cinta,Besok bisa jadi Benci..
Hari ini bisa Benci,Besok bisa jadi Cinta..
Hati ini ada digenggaman Sang Pencipta..
Karena itu jangan pernah kita memutus hubungan dengan Penguasa hati ini..
ALLAH..Sang Penguasa Hati..

Jangan Saudaraku..
Apalagi ketika menikah malah kita semakin jauh dari Allah..
Memohonlah kepada Allah agar hati ini tetap setia pada Cinta..
Seperti doa-doa yang pernah kamu tulis dalam undangan pernikahanmu.
Apakah kamu sudah lupa doa-doa yang indah yang ada dalam undangan pernikahanmu?
Berdoalah demi keutuhan keluargamu..

Ya Allah..
Limpahkanlah rasa cinta kepada kami,
Yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah Al Qubro
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang
Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra
Yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci.

Ya Allah..
Andai semua itu tak layak bagi kami,
Cukupkanlah permohonan kami dengan ridlo-Mu
Jadikanlah kami Suami & Istri yang saling mencintai di kala dekat,
Saling menjaga kehormatan dikala jauh,
Saling menghibur dikala duka,
Saling mengingatkan dikala bahagia,
Saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan,
Serta saling menyempurnakan dalam peribadatan.
Sempurnakanlah kebahagiaan kami
Dengan menjadikan perkawinan kami ini sebagai ibadah kepada-Mu
Dan bukti ketaatan kami kepada sunnah Rasul-Mu.

Ya Allah..
Jangan kau bolak-balikan hati kami ,Teguhkan hati kami kepada ketaatan kepada-Mu..
Teguhkan hati kami kepada Cinta yang menghantarkan Cinta kepada Cinta-Mu..
Jangan biarkan kebosanan melanda pernikahan kami
Yang bisa melunturkan cinta kami kepada-Mu dan kepada pasangan kami..
Jangan biarkan masalah melanda pernikahan kami tanpa penyelesaian dari-Mu ya Allah..
Teguhkan keluarga kami kepada ketaaatan kepada-Mu
Teguhkan keluarga kami dengan Al Qur’an..
Kami tahu tidak mudah untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan ridha dan maghfirah-Mu.
Kami tahu, amat berat bagi kami untuk mengayuh perahu rumah tangga kami menghadapi taufan godaan di hadapan kami.
Karena itulah, kami datang memohon rahman dan rahim-Mu.Ya Allah
Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang lebih Engkau anugerahi kenikmatan, bukan-nya jalan orang-orang yang Engkau timpai kemurkaan, bukan pula jalan orang-orang yang Engkau tenggelam dalam kesesatan. Sinarilah hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu.
Terangilah jalan kami dengan sinar taufik-Mu. Kalau Engkau berkenan menganugerahkan nikmat-Mu atas kami, bantulah kami untuk banyak berdzikir dan bersyukur atas nikmat-Mu itu.
Hindari kami dari orang-orang yang terlena dalam kemewahan dunia. Lembutkan hati kami untuk merasakan curahan rahmat-Mu.

Ya Allah…
Indahkanlah rumah kami dengan kalimat-kalimat-Mu yang suci. Suburkanlah kami dengan keturunan yang membesarkan asma-Mu. Penuhi kami dengan amal shaleh yang Engkau ridhai.
Jadikan mereka Yaa…Allah teladan yang baik bagi manusia.

Ya Allah…
Damaikanlah pertengkaran di antara kami, pertautkan hati kami, dan tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan kepada cahaya. Jauhkan kami dari kejelekan yang tampak dan tersembunyi.

Ya Allah…
Berkatilah pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, suami/isteri kami, keturunan kami dan ampunilah kami.Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru [di jalan]-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.

Ya Allah…
Abadikan kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada Muhammad SAW, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya. 

"Rabbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a’yun waj’alna lil muttaqina imama" : "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al Furqon : 74) 

Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Amin Allahumma Amiin……
Semoga Allah menguatkan kita semua..

Sumber 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar