Jumat, 26 November 2010

Tentang Tangismu

betapa tangis matamu
pernah menjadi senyum hatiku
menetes bulir butiran di matamu
menetas bergulir bongkahan bahagiaku
masihkah kau ingat, dulu
perih hatimu mengobati rapuh tubuh ripuhku

lalu suatu saat tangismu berwarna abu
selubung kau pasang, matamu terpalang
bagaimana bisa aku meretas hatimu?!
menderai rinai air matamu
memberai bidai ketenangan hatiku
aku menjadi pewarna jernih air matamu
atau seorang lain membuatnya mengabu

kemudian kau menangis untukku, terakhir kali
air mata bening hangat suci kau peras dari hati
bersimpuh peluh hatimu mengharap kumengerti
meluruh kisruh asaku perih tak terperi
inikah tangis terbaik mampu kau beri,
pemaklum kau pernah sangat mencintai?!

kali ini sungguh, aku benci
air mata itu, aku ragu
air mata itu, aku rindu
air mata itu, aku mohon
menangislah lagi untukku
tangis apapun itu, maukah?!
aku rindu kau menangis untukku.


Anumao
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar