Kamis, 02 September 2010

Artikelku kamis ini

Meskipun cuma satu yang nongol di koran PR, lumayan deh. Buat nambah-nambah beli baju bedug. Hehe :)

Hugo Gernsback (1884-1967), Bapak Fiksi Ilmiah yang Serbabisa

 
Kita semua tentu sudah tak asing lagi dengan film Star Wars, Transformer, Men in Black, Matrix, atau pun Superman. Ya, film-film hebat tersebut dikategorikan sebagai film fiksi ilmiah, karena menggabungkan unsur sains dan teknologi yang diimajinasikan teraplikasi di dalam kehidupan nyata. Tahukah siapa orang paling berjasa yang pertama kali mencetuskan genre film-film seperti ini?

Tersebutlah Hugo Gernsback, seorang inventor (penemu), penulis, editor sekaligus penerbit buku dan majalah-majalah pertama, yang beraliran science fiction (fiksi ilmiah). 

Hugo Gernsback terlahir dengan nama Hugo Gernsbacher pada 16 Agustus 1884. Dia berasal dari keluarga terpandang di Luxembourg City, Luxembourg. Ayahnya adalah seorang penjual anggur. Itu sebabnya, mesin-mesin kilang anggur memicu Hugo kecil untuk `jatuh cinta` dengan hal-hal yang berbau listrik. Dari mulai baterai, kabel-kabel, hingga bel-bel yang berbunyi. Namun, pada saat remaja Hugo lebih tertarik dengan cahaya dan bunyi bel.

Awalnya, Hugo banyak bereksperimen dengan telefon dan lampu-lampu kecil yang bersumber pada baterai. Dari percobaan tersebut, Hugo berhasil membuat rumah keluarga Gernsbacher dilengkapi lampu, yang berkekuatan 6 volt beserta telefon yang difungsikan oleh baterai.
Kesuksesan Hugo terhadap rumah keluarganya, membuat semua orang terkesan. Banyak orang meminta Hugo untuk membuat hal serupa di rumah-rumah mereka. Hugo juga kemudian membuat intercom di antara rumahnya dengan para tetangga. Berkat hal ini, Hugo mendapatkan banyak uang.

Saat Hugo berusia 10 tahun, Hugo pernah membaca buku "Mars as the Abode of Life" yang merupakan edisi terjemahan Percival Lowell, seorang ahli astronomi Amerika. Ketertarikannya pada buku ini, membuat Hugo tergila-gila pada fiksi ilmiah.

Saat remaja, Hugo bersekolah di Brussels. Kemudian dia belajar teknik elektro di Technikum in Bingen. Hugo mendesain satu radio transmitter portable. Tak hanya itu, dia juga membuat baterai amper tinggi. Baterai itu dipatenkan dengan nama Huck Gernsbacher pada 1907. 

Tiga tahun sebelumnya, yakni pada 1904, Hugo memutuskan untuk membuat radio transmitter portable komersial. Akan tetapi, pada saat itu tidak ada stok suku cadang yang cukup untuk membuatnya. Dia terpaksa harus mengimpor suku cadang. Penjualan barang temuan Hugo, akhirnya bisa sukses di pasaran pada 1906. Pada tahun itu pula, Hugo menikah dengan Rose Harvey yang memberinya seorang putri pada 1909.

Pada 1908, Hugo memperluas usahanya. Dia merambah bidang baru yakni memberi edukasi kepada masyarakat, melalui majalah yang disebut Modern Electrics. Di dalam majalah inilah, kata televisi untuk pertama kalinya muncul.

Suatu kali pada 1911, Hugo menemukan satu ruang kosong di dalam majalahnya. Kemudian, dia membuat artikel mengenai masa depan radio dan berbagai teknologi yang ada. Tanpa disangka-sangka, artikel tersebut mendapat respons yang luar biasa. Sejak itulah, dia rutin menulis artikel dan cerita petualangan yang terfokus pada teknologi pada 2660. 

Beberapa ilmuwan lain juga banyak menginspirasi Hugo, dalam mengembangkan berbagai alat temuannya. Dari mulai mengembangkan radio transmitter, telegraf, depilator, dan lain-lain. Hal ini menunjukkan bahwa Hugo Gernsback tidak membatasi dirinya untuk hal tertentu. 

Hugo Gernsback meninggal di rumah sakit pada 19 Agustus 1967 pada usia 83 tahun dengan mengantungi sekitar 80 hak paten. Dia sangat beruntung sudah melihat perkiraannya kini menjadi kenyataan. Dia hanya melewatkan pendaratan manusia di bulan. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar